• Alexander Graham Bell say :

    "Setelah satu pintu tertutup, pintu lainnya terbuka, tetapi kerap kali kita terlalu lama memandangi dan menyesali pintu yang telah tertutup sehingga kita tidak melihat pintu yang telah dibuka untuk kita."
  • Anda Pengunjung ke

    • 14,610
  • a

  • Pilihan

  • Kalender

    Desember 2009
    M S S R K J S
    « Okt    
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    2728293031  
  • Komentar Anda

    Sumino di Pacaran menurut Islam
    Okti prambudi di Pacaran menurut Islam
    N di Kesombongan
    aryan di Pacaran menurut Islam
    stif di Setting Client di SMPN 2 …
    miu di Optimalkan PC P1 Dengan Tiny…

Kesombongan

Ya Tuhan ambillah kesombonganku dariku.
Tuhan berkata, “Tidak. Bukan Aku yang mengambil, tapi kau yang harus menyerahkannya.”

Ya Tuhan sempurnakanlah kekurangan anakku yang cacat.
Tuhan berkata, “Tidak. Jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah sementara.”

Ya Tuhan beri aku kesabaran.
Tuhan berkata, “Tidak. Kesabaran didapat dari ketabahan dalam menghadapi cobaan; tidak diberikan, kau harus meraihnya sendiri.”

Ya Tuhan beri aku kebahagiaan.
Tuhan berkata, “Tidak. Kuberi keberkahan, kebahagiaan tergantung kepadamu sendiri.”

Ya Tuhan jauhkan aku dari kesusahan.
Tuhan berkata, “Tidak. Penderitaan menjauhkanmu dari jerat duniawi dan mendekatkanmu pada-Ku.”

Ya Tuhan beri aku segala hal yang menjadikan hidup ini nikmat.
Tuhan berkata, “Tidak. Aku beri kau kehidupan supaya kau menikmati segala hal.”

Ya Tuhan bantu aku MENCINTAI orang lain, sebesar cintaMu padaku.
Tuhan berkata… “Ahhhh, akhirnya kau mengerti !”

Kadangkala kita berpikir bahwa Tuhan tidak adil, kita telah susah payah memanjatkan doa, meminta dan berusaha, pagi – siang – malam, tapi tak ada hasilnya. Kita mengharapkan diberi pekerjaan, puluhan – bahkan ratusan lamaran telah kita kirimkan tak ada jawaban sama sekali.

Kita sudah bekerja keras dalam pekerjaan mengharapkan jabatan, tapi justru orang lain yang mendapatkannya — tanpa susah payah. Kita mengharapkan diberi pasangan hidup yang baik dan sesuai, berakhir dengan penolakkan dan kegagalan, orang lain dengan mudah berganti pasangan. Kita menginginkan harta yang berkecukupan, namun kebutuhan terus meningkat.

Coba kita bayangkan diri kita seperti anak kecil yang sedang demam dan pilek, lalu kita melihat tukang es. Kita yang sedang panas badannya merasa haus dan merasa dengan minum es dapat mengobati rasa demam (maklum anak kecil). Lalu kita meminta pada orang tua kita (seperti kita berdoa memohon pada Tuhan) dan merengek agar dibelikan es. Orangtua kita tentu lebih tahu kalau es dapat memperparah penyakit kita. Tentu dengan segala dalih kita tidak dibelikan es. Orangtua kita tentu ingin kita sembuh dulu baru boleh minum es yang lezat itu.

Begitu pula dengan Tuhan, segala yang kita minta Tuhan tahu apa yang paling baik bagi kita. Mungkin tidak sekarang, atau tidak di dunia ini Tuhan mengabulkannya. Karena Tuhan tahu yang terbaik yang kita tidak tahu. Kita sembuhkan dulu diri kita sendiri dari “pilek” dan “demam”…. dan terus berdoa.

cetivasi@yahoogroups.com

Pengumuman Hasil UN 2008/2009

Berikut adalah pengumuman hasil Ujian Nasional SMK Negeri 2 Temanggung tahun 2008/2009

Akuntansi = Lulus 100%
Administrasi Perkantoran = Lulus 100%
Penjualan = 1 siswa tidak lulus dengan nomor ujian 23-002-133-4
Tata Busana = Lulus 100%
TKJ = Lulus 100%
Restoran = pengumuman ditunda menunggu keputusan dari pusat
penilaian pendidikan Jakarta

Catatan = khusus untuk orang tua/wali siswa program keahlian restoran di harap hadir di SMK Negeri 2 Temanggung hari Senin, tanggal 15 Juni 2009 Pukul 08.00

Terima kasih.

Hidup adalah anugerah…

Ada seorang gadis buta yang membenci dirinya sendiri karena kebutaan yang dimilikinya. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya. Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi kekasihnya hanya jika dia bisa melihat dunia.
Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepadanya. sehingga dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasihnya. Kekasihnya bertanya,”Sekarang kamu bisa melihat dunia. Apakah kamu mau menikah denganku?” Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya ternyata buta.
Dia menolak untuk menikah dengannya.
Kekasihnya pergi dengan air mata mengalir, kemudian menulis sepucuk surat singkat kepada gadis itu, “Sayangku, tolong jaga baik-baik mata saya.”

Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia berubah saat status dalam hidupnya berubah . Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa harus berterima kasih karena telah menyertai dan menopang bahkan di saat yang paling menyakitkan.

Hidup adalah Anugerah

Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata-kata kasar.
Ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara.

Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu.
Ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

Sebelum engkau mengeluh tentang suami atau isterimu.
Ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan yang telah kehilangan pasangan hidupnya.

Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu.
Ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi ke surga.

Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu.
Ingatlah akan seseorang yang begitu mengaharapkan kehadiran seorang anak,
tetapi tidak mendapatkannya.

Sebelum engkau bertengkar karena rumahmu yang kotor, dan tidak ada yang membersihkan
atau menyapu lantai
Ingatlah akan orang gelandangan yang tinggal di jalanan.

Sebelum merengek karena harus menyopir terlalu jauh
Ingatlah akan sesorang yang harus berjalan kaki untuk menempuh jarak yang sama.

Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu
Ingatlah akan para penganguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu.

Sebelum engkau menuding atau menyalahkan orang lain
Ingatlah bahwa tidak ada seorang pun yang tidak berdosa dan kita harus menghadap pengadilan Tuhan.

Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu
Pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan
karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini.

Hidup adalah anugerah, jalanilah, nikmatilah, rayakan dan isilah itu.

NIKMATILAH SETIAP SAAT DALAM HIDUPMU, KARENA MUNGKIN ITU TIDAK AKAN TERULANG LAGI!

sumber : http://www.suzuki-thunder.net

Semburat Tanya….

Akhir-akhir ini gak tau aku kok ngerasa jadi melo, hehe… bawaanya pengen nulis sesuatu yang romantis, wah padahal gak tau romantis itu apa n kayak apa. yang penting bisa mengungkapkan segala isi hati, hehehe…. kata orang2 tu tanda2 jatuh cinta, wah tambah gak ngerti juga aku, emang ada hubungannya ya?? lha wong ini cuman sekedar mewakili aja, tapi suer gak ada hubungannya sama apapun, apalagi sama jatuh cinta, gak tau cinta itu apa sih, hehe… yah mumpung lagi ada ilham aja, padahal gak punya sumber buat bahan pustaka, ya udah cari aja disumber rejeki ato sumber aer, hehe…gara2nya kemaren ada temen yang curhat2 gitu sama aku, terus jadi ketemu inspirasi deh buat nulis….

………………………………………………..

Kemarin kau menemaniku mendulang waktu luangku, dengan tiba-tiba kau muntahkan cahaya wajahmu, didepanku… aku tertatap tak berkata, aku bisu dan seakan semakin terbisu oleh kebisuanku.

Pertama kali diwaktu ini kita berhadap pasti, memadu cerita tentang keinginan jiwa yang meledak, yang melemparkan mesiu asa dan ego, sehingga sudah musnahlah segala gundah jiwa, ketika itu kau bercerita kau seperti anak kecil, tanpa malu kau ungkap semua depan lembar perhatianku… aku menggelengkan kepala tanda seru perhatianku, kau tersipu seakan malu, padahal kau menginginkannya bukan??? “aku kira kau lebih memilihnya dibanding aku”, katamu waktu itu, kau salah sangka bunga… aku tidak memilih siapa-siapa…

Ya… karna aku lebih memilih dengan kesibukanku, sesuatu yang aku rasa inilah kehidupanku, hidup yang penuh dengan beban dikedua pundakku, nyatanya kau cukup egois dengan sikapmu, tapi aku suka, kau begitu nyata menggambarkan seseorang yang luka namun selalu memberikan senyummu kepada sang matahari, bila esok masih terasa hari ini, maka inilah titian hidupmu, kau harus merubahnya, meskipun tyada orang yang bisa memberikan peta jalanmu, tapi inilah takdirmu kawan…

Untuk yang ke sekian kali jam dinding itu mengukur dan mengukir sejarah, demi masa yang selalu berganti, dan untuk yang kesekian kalinya juga aku menatapnya, seakan ingin ku membantu memberikan nyawa, keletihannya dapat kurasakan dari detaknya yang tak berirama, aku menoleh lagi kearahmu, sepersekian detik kita sama-sama terpandang, sejurus kemudian membuang muka, tidak ada getaran apapun yang kurasa, hanya perasaan tidak percaya yang timbul, terasa semua menjadi mistis dan magis, menyihir langkahku yang biasanya terasa ringan, saat ini dia tak mau aku suruh untuk berayun, hati masih ingin bersamanya, katanya waktu itu mengelitik sanubariku.

Kulihat ronamu yang semakin memerah, warna itu semakin terang kala kau menghadap ke pintu itu, ada apa sebenarnya denganmu, pikirku sesaat kemudian, aku yakin kau punya sesuatu untuk kau ungkapkan kepadaku, namun kau terlalu keras hati, kau tidak bisa lagi mengelak, kegelisahanmu sudah cukup mengertikan aku betapa kau menginginkannya bukan??….

Kau lemparkan senyummu, untuk kesekian kalinya aku menangkap ada gurat kata yang terlintas, namun masih berupa getaran-getaran, belum cukup menggambarkan kejelasan makna, aku tau meskipun aku terlalu dini untuk menggambarkan semuanya, namun tak ada hal lain yang bisa memberikan arti sehingga kau berani dihadapku sekarang…

Andai bias makna yang terkandung menyamakan serpihan-serpihan keinginan, biarkan semuanya berjalan mengikut arahnya, selagi masih kutahu betapa sulitnya membuat sebuah potongan arti, biarlah dirimu yang menjawab sendiri, kau tahu aku punya batasannya bukan…

…….

Central Park, 8-4-09 at: 15.45 AM

………………………………………………..

Mengenal Cara Belajar Individu

Setiap individu adalah unik. Artinya setiap individu memiliki perbedaan antara yang satu dengan yang lain. Perbedaan tersebut bermacam-macam, mulai dari perbedaan fisik, pola berpikir dan cara-cara merespon atau mempelajari hal-hal baru. Dalam hal belajar, masing-masing individu memiliki kelebihan dan kekurangan dalam menyerap pelajaran yang diberikan. Oleh karena itu dalam dunia pendidikan dikenal berbagai metode untuk dapat memenuhi tuntutan perbedaan individu tersebut. Di negara-negara maju sistem pendidikan bahkan dibuat sedemikian rupa sehingga individu dapat dengan bebas memilih pola pendidikan yang sesuai dengan karakteristik dirinya.

Di Indonesia seringkali kita mendengar keluhan dari orangtua yang merasa sudah melakukan berbagai cara untuk membuat anaknya menjadi “pintar”. Orangtua berlomba-lomba menyekolahkan anak-anaknya ke sekolah-sekolah terbaik. Selain itu anak diikutkan dalam berbagai kursus maupun les privat yang terkadang menyita habis waktu yang seharusnya bisa dipergunakan anak atau remaja untuk bermain atau bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya. Namun demikian usaha-usaha tersebut seringkali tidak membuahkan hasil seperti yang diharapkan, bahkan ada yang justru menimbulkan masalah bagi anak dan remaja.

Apa sebenarnya yang terjadi? Mengapa anak-anak tersebut tidak kunjung-kunjung pintar? Salah satu faktor yang dapat menjadi penyebabnya adalah ketidaksesuaian cara belajar yang dimiliki oleh sang anak dengan metode belajar yang diterapkan dalam pendidikan yang dijalaninya termasuk kursus atau les privat. Cara belajar yang dimaksudkan disini adalah kombinasi dari bagaimana individu menyerap, lalu mengatur dan mengelola informasi.

Otak Sebagai Pusat Belajar

Otak manusia adalah kumpulan massa protoplasma yang paling kompleks yang ada di alam semesta. Satu-satunya organ yang dapat mempelajari dirinya sendiri dan jika dirawat dengan baik dalam lingkungan yang menimbulkan rangsangan yang memadai, otak dapat berfungsi secara aktif dan reaktif selama lebih dari seratus tahun. Otak inilah yang menjadi pusat belajar sehingga harus dijaga dengan baik sampai seumur hidup agar terhindar dari kerusakan.

Menurut MacLean, otak manusia memiliki tiga bagian dasar yang seluruhnya dikenal sebagai triune brain/three in one brain (dalam DePorter & Hernacki, 2001). Bagian pertama adalah batang otak, bagian kedua sistem limbik  dan yang ketiga adalah neokorteks.

Batang otak memiliki kesamaan struktur dengan otak reptil, bagian otak ini bertanggungjawab atas fungsi-fungsi motorik-sensorik-pengetahuan fisik yang berasal dari panca indra. Perilaku yang dikembangkan bagian ini adalah perilaku untuk mempertahankan hidup, dorongan untuk mempertahankan spesies.

Disekeliling batang otak terdapat sistem limbik yang sangat kompleks dan luas. Sistem ini berada di bagian tengah otak manusia. Fungsinya bersifat emosional dan kognitif yaitu menyimpan perasaan, pengalaman yang menyenangkan, memori dan kemampuan belajar. Selain itu sistem ini mengatur bioritme tubuh seperti pola tidur, lapar, haus, tekanan darah, jantung, gairah seksual, temperatur, kimia tubuh, metabolisme dan sistem kekebalan. Sistem limbik adalah panel kontrol dalam penggunaan informasi dari indra penglihatan, pendengaran, sensasi tubuh, perabaan, penciuman sebagai input yang kemudian informasi ini disampaikan ke pemikir dalam otak yaitu neokorteks.

Neokorteks terbungkus di sekitar sisi sistem limbik, yang merupkan 80% dari seluruh materi otak. Bagian ini merupakan tempat bersemayamnya pusat kecerdasan manusia. Bagian inilah yang mengatur pesan-pesan yang diterima melalui penglihatan, pendengaran dan sensasi tubuh manusia. Proses yang berasal dari pengaturan ini adalah penalaran, berpikir intelektual, pembuatan keputusan, perilaku normal, bahasa, kendali motorik sadar, dan gagasan non verbal. Dalam neokorteks ini pula kecerdasan yang lebih tinggi berada, diantaranya adalah : kecerdasan linguistik, matematika, spasial/visual, kinestetik/perasa, musikal, interpersonal, intrapersonal dan intuisi.

Karakteristik Cara Belajar

Berdasarkan kemampuan yang dimiliki otak dalam menyerap, mengelola dan menyampaikan informasi, maka cara belajar individu dapat dibagi dalam 3 (tiga) kategori. Ketiga kategori tersebut adalah cara belajar visual, auditorial dan kinestetik yang ditandai dengan ciri-ciri perilaku tertentu. Pengkategorian ini tidak berarti bahwa individu hanya yang memiliki salah satu karakteristik cara belajar tertentu sehingga tidak memiliki karakteristik cara belajar  yang lain. Pengkategorian ini hanya merupakan pedoman bahwa individu memiliki salah satu karakteristik yang paling menonjol sehingga jika ia mendapatkan rangsangan yang sesuai dalam belajar maka akan memudahkannya untuk menyerap pelajaran. Dengan kata lain jika sang individu menemukan metode belajar yang sesuai dengan karakteristik cara belajar dirinya maka akan cepat ia menjadi “pintar” sehingga kursus-kursus atau pun les private secara intensif mungkin tidak diperlukan lagi.

Adapun ciri-ciri perilaku individu dengan karakteristik cara belajar seperti disebutkan diatas, menurut DePorter & Hernacki (2001), adalah sebagai berikut:

1. Karakteristik Perilaku Individu dengan Cara Belajar Visual

Individu yang memiliki kemampuan belajar visual yang baik ditandai dengan ciri-ciri perilaku sebagai berikut:

  • rapi dan teratur

  • berbicara dengan cepat

  • mampu membuat rencana jangka pendek dengan baik

  • teliti dan rinci

  • mementingkan penampilan

  • lebih mudah mengingat apa yang dilihat daripada apa yang didengar

  • mengingat sesuatu berdasarkan asosiasi visual

  • memiliki kemampuan mengeja huruf dengan sangat baik

  • biasanya tidak mudah terganggu oleh keributan atau suara berisik ketika sedang belajar

  • sulit menerima instruksi verbal (oleh karena itu seringkali ia minta instruksi secara tertulis)

  • merupakan pembaca yang cepat dan tekun

  • lebih suka membaca daripada dibacakan

  • dalam memberikan respon terhadap segala sesuatu, ia selalu bersikap  waspada, membutuhkan penjelasan menyeluruh tentang tujuan dan berbagai hal lain yang berkaitan.

  • jika sedang berbicara di telpon ia suka membuat coretan-coretan tanpa arti selama berbicara

  • lupa menyampaikan pesan verbal kepada orang lain

  • sering menjawab pertanyaan dengan jawaban singkat “ya” atau “tidak’

  • lebih suka mendemonstrasikan sesuatu daripada berpidato/berceramah

  • lebih tertarik pada bidang seni (lukis, pahat, gambar) daripada musik

  • seringkali tahu apa yang harus dikatakan, tetapi tidak pandai menuliskan dalam kata-kata

2. Karakteristik Perilaku Individu dengan Cara Belajar Auditorial

Individu yang memiliki kemampuan belajar auditorial yang baik ditandai dengan ciri-ciri perilaku sebagai berikut :

  • sering berbicara sendiri ketika sedang bekerja

  • mudah terganggu oleh keributan atau suara berisik

  • lebih senang mendengarkan (dibacakan) daripada membaca

  • jika membaca maka lebih senang membaca dengan suara keras

  • dapat mengulangi atau menirukan nada, irama dan warna suara

  • mengalami kesulitan untuk menuliskan sesuatu, tetapi sangat pandai dalam bercerita

  • berbicara dalam irama yang terpola dengan baik

  • berbicara dengan sangat fasih

  • lebih menyukai seni musik dibandingkan seni yang lainnya

  • belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan daripada apa yang dilihat

  • senang berbicara, berdiskusi dan menjelaskan sesuatu secara panjang lebar

  • mengalami kesulitan jika harus dihadapkan pada tugas-tugas yang berhubungan dengan visualisasi

  • lebih pandai mengeja atau mengucapkan kata-kata dengan keras daripada menuliskannya

  • lebih suka humor atau gurauan lisan daripada membaca buku humor/komik

3. Karakteristik Perilaku Individu dengan Cara Belajar Kinestetik

Individu yang memiliki kemampuan belajar kinestetik yang baik ditandai dengan ciri-ciri perilaku sebagai berikut :

  • berbicara dengan perlahan

  • menanggapi perhatian fisik

  • menyentuh orang lain untuk mendapatkan perhatian mereka

  • berdiri dekat ketika sedang berbicara dengan orang lain

  • banyak gerak fisik

  • memiliki perkembangan otot yang baik

  • belajar melalui praktek langsung atau manipulasi

  • menghafalkan sesuatu dengan cara berjalan atau melihat langsung

  • menggunakan jari untuk menunjuk kata yang dibaca ketika sedang membaca

  • banyak menggunakan bahasa tubuh (non verbal)

  • tidak dapat duduk diam di suatu tempat untuk waktu yang lama

  • sulit membaca peta kecuali ia memang pernah ke tempat tersebut

  • menggunakan kata-kata yang mengandung aksi

  • pada umumnya tulisannya jelek

  • menyukai kegiatan atau permainan yang menyibukkan (secara fisik)

  • ingin melakukan segala sesuatu

Dengan mempertimbangkan dan melihat cara belajar apa yang paling menonjol dari diri seseorang maka orangtua atau individu yang bersangkutan (yang sudah memiliki pemahaman yang cukup tentang karakter cara belajar dirinya) diharapkan dapat bertindak secara arif dan bijaksana dalam memilih metode belajar yang sesuai. Bagi para remaja yang mengalami kesulitan belajar, cobalah untuk mulai merenungkan dan mengingat-ingat kembali apa karakteristik belajar anda yang paling efektif. Setelah itu cobalah untuk membuat rencana atau persiapan yang merupakan kiat belajar anda sehingga dapat mendukung agar kemampuan tersebut dapat terus dikembangkan. Salah satu cara yang bisa digunakan adalah dengan memanfaat berbagai media pendidikan seperti tape recorder, video, gambar, dll. Selamat mencoba.  Semoga bermanfaat. (jp)

diambil dari : www.icttemanggung.org

Menjadi Dewasa…

Filosofi dasar kematangan jiwa yang terkadang masih sulit dimengerti dan diketahui keberadaanya. Karena antara fisual dan perasaan seringkali tidak match. Indikator kematangan yang menjadikan kedewasaan adalah ukuran suatu tindakan seringkali menjadi paradigma baru. Berbagai kemungkinan terjadi dengan adanya sistem hubungan bilateral manusia. Kondisi fisik yang menipu fisualisasi mampu menjadi faktor, pemilihan pasangan hendaknya didasari atas kemungkinan-kemungkinan jangka panjang yang tidak bisa diprediksi. Meskipun pada akhirnya Tuhan lah penentu jalan, namun usaha dan do’a adalah kunci utama.

Kembali kepada pokok pikiran utama mengenai keberadaan istilah “Dewasa”. Sebelum berlanjut bagaimana kalau kita flasback dengan membedakan dua buah kalimat dibawah ini :

“Dewasa ini banyak sekali orang-orang yang mampu mengoperasikan komputer”.

“Kedewasaan seseorang menjadi penentu hubungan bilateral manusia”.

Dua buah kalmat yang sama-sama menggunakan kata dewasa, namun terjadi perbedaan yang cukup memberi jarak diantaranya. Cukup menarik ketika terjadi perdebatan dua insan yang berbeda mengenai batasan ukuran kedewasaan. Kedewasaan adalah cara berpikir sesorang terhadap suatu masalah yang berdasarkan atas dasar pengendalian alam sadar dan alam bawah sadar kita. Tentunya untuk menjadi seorang yang bisa berpikir dewasa perlu sebuah latihan. Latihan mengendalikan masalah adalah faktor yang penting. Bagaimana kita bisa mengedalikan sebuah masalah yang sedang kita hadapi.

Penulis menganggap bahwa setiap orang pasti mempunyai batasan sendiri mengenai arti istilah “kedewasaan”, untuk itu bagi para tamu yang berkenan berkomentar seputar kedewasaan silahkan post comment. Terimakasih…