Cinta menurut kacamata Islam


Secara terperinci, cinta menurut kaca mata Islam terbahagi kepada tiga tahap :

1.Cinta Agung
Cinta KEPADA ALLAH, RASUL DAN ISLAM serta berjihad membuktikannya.

2.Cinta pertengahan
Cintakan sesama manusia – ibu bapa, anak-isteri, kaum kerabat dan sahabat handai.

3.Cinta bawahan
Menyintai sesuatu melebihi cinta kepada ALLAH, RASUL DAN ISLAM.

Berpandukan ini, saya kira tiada salahnya bercinta apalagi jika bercinta itu menambah keimanan kita terhadap Allah. Tidak usah lihat negatifnya sahaja sebab setiap sesuatu itu asalnya baik tetapi akan menjadi buruk kalau dilihat dari perspektif yang buruk serta dipraktikkan secara buruk.

Ditanya tentang cinta kepada Syaikh Atiyyah Saqr, beliau menjawab, “kenapa tidak? Cinta adalah suci, cinta dalam bentuk apapun dibolehkan oleh syarak asalkan tidak dikotori dengan niat dan aksi yang kotor, ia mestilah tidak bercanggah dengan hukum-hukum syarak serta diiringi dengan cinta yang diredhai Allah”

Seterusnya, saya ingin mengatakan, cinta boleh dipupuk sebelum satu-satu perkahwinan asalkan dalam suluhan agama. Bahkan cintalah asas pembentukan sesebuah rumahtangga yang harmoni,penuh persefahaman,berkasih sayang dan sebagainya.Bayangkan sebuah rumahtangga yang dibina atas dasar paksaan,bagaimanakah perlakuan orang yang menghuninya? Tentulah penuh dengan prasangaka,porak peranda serta pertelingkahan. Berbanding dengan rumahtangga yang dibina atas dasar persefahaman,kecintaan dan kasih sayang,sudah tentu membuahkan pahala untuk dinikmati bersama di akhirat kelak.

Cinta yang ditentang oleh Islam ialah yang dicemari dengan maksiat serta berteraskan nafsu, sebaliknya mereka yang memupuk cinta dengan berpegang pada ajaran agama tidaklah menjadi kesalahan.

Untuk mengetahui pandangan-pandangan Islam seterusnya dalam soal ini,silalah rujuk kitab’Islam wal Hubb’(Islam dan cinta) oleh Sheikh Prof Abdullah Nasih Ulwan,’Islam wa Musykilatul Hayah’(Islam dan Permasalahan Hidup) oleh Sheikh Atiyyah Saqr dan ‘Raudhah al Muhibbin wa Nuzhah al-Musytaqin’(Taman Orang-orang bercinta dan kerinduan)oleh Ibn Qayyim al-Jauziah.

sumber :  http://almuslimin.net

About these ads

4 Responses

  1. kalo menurut saya sendiri,, kalo misalkan kita deket sama seseorang sebaiknya kita berteman saja, kalau memang kita sudah tau tentang dia dan dia seperti serius dengan kita dan kalo benar-benar sudah mantep..
    sebaiknya tidak usah pacaran, langsung nikah saja..

    kalo yang masih kecil atau remaja,, sebaiknya jangan pacaran dulu karena belum saatnya..
    Ochee ???!!! :D

  2. “Menurut saya Cinta pd usia remaja tdk usah pakai serius, cukup berteman/sahabat saja,….. Ok

Mohon Komentarnya...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.