Thanks for…


Hadirmu cukup memberi sedikit arti khias. Ketika jemari terlalu sulit untuk menari, mentari pagi masih tetap menyinari. Apa yang ingin aku utarakan kepadamu hanya khiasan kalbuku saja. Sudah tak kuat lagi menahan irama.

Baiklah sekarang aku sudah cukup mengertimu. Memang pernah kau memacu detak jantungku, ketika aku ingin sesekali menyapa irama itu, tapi itu dulu..

Sejak saat itu aku mengerti sedemikianlah dirimu??… Sesekali aku ingin menanyakan apa yang sebenarnya terjadi padamu sehingga untuk bermandi caci saja kau malu, kau tutupi rautmu yang sendu, ini salahku…..katamu waktu itu.

Memangnya siapa diriku??…tambahmu memukul sanubariku. Aku hanya celah bias disela hatimu. Aku madu yang serasa empedu dimulutmu. Tapi aku tak tau bahwa itu adalah jalan pikiranmu yang sebenarnya. Aku murka waktu itu karna kupikir kiranya dirimu akan rela melepas semua…

Aku diam bukan karna aku benci, aku membisu bukan karna tak mau berkata,,, tapi lebih dari sekedar prinsip, aku ingin benar-benar melepasmu

Semakin hari menjadi kusam disisiku, aku mengerti kau bisa tanpaku, tapi aku slalu bermuram durja, bersimpuh dengan kelesuanku, memikirkanmu yang tak pernah mengerti jua, aku kecewa…

Hadirmu cukup memberi arti khias, aku ingin lepas…

……………….. dedicated special for : u-3 …………………….

Mohon Komentarnya...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s