Menjadi Dewasa…


Filosofi dasar kematangan jiwa yang terkadang masih sulit dimengerti dan diketahui keberadaanya. Karena antara fisual dan perasaan seringkali tidak match. Indikator kematangan yang menjadikan kedewasaan adalah ukuran suatu tindakan seringkali menjadi paradigma baru. Berbagai kemungkinan terjadi dengan adanya sistem hubungan bilateral manusia. Kondisi fisik yang menipu fisualisasi mampu menjadi faktor, pemilihan pasangan hendaknya didasari atas kemungkinan-kemungkinan jangka panjang yang tidak bisa diprediksi. Meskipun pada akhirnya Tuhan lah penentu jalan, namun usaha dan do’a adalah kunci utama.

Kembali kepada pokok pikiran utama mengenai keberadaan istilah “Dewasa”. Sebelum berlanjut bagaimana kalau kita flasback dengan membedakan dua buah kalimat dibawah ini :

“Dewasa ini banyak sekali orang-orang yang mampu mengoperasikan komputer”.

“Kedewasaan seseorang menjadi penentu hubungan bilateral manusia”.

Dua buah kalmat yang sama-sama menggunakan kata dewasa, namun terjadi perbedaan yang cukup memberi jarak diantaranya. Cukup menarik ketika terjadi perdebatan dua insan yang berbeda mengenai batasan ukuran kedewasaan. Kedewasaan adalah cara berpikir sesorang terhadap suatu masalah yang berdasarkan atas dasar pengendalian alam sadar dan alam bawah sadar kita. Tentunya untuk menjadi seorang yang bisa berpikir dewasa perlu sebuah latihan. Latihan mengendalikan masalah adalah faktor yang penting. Bagaimana kita bisa mengedalikan sebuah masalah yang sedang kita hadapi.

Penulis menganggap bahwa setiap orang pasti mempunyai batasan sendiri mengenai arti istilah “kedewasaan”, untuk itu bagi para tamu yang berkenan berkomentar seputar kedewasaan silahkan post comment. Terimakasih…

3 Responses

  1. Pernah denger pepatah ini ga, “Menjadi tua adalah kepastian, tapi menjadi dewasa adalah pilihan”. Menurut aku c, kedewasaan seseorang tu ga bisa diukur dari umur. Dewasa itu bisa dilihat dari gimana orang itu menyikapi suatu masalah, cara berpikir dia, dan yang penting seberapa besar tanggungjawabnya.
    Nih aku kasih sample : hehehe
    Dan 5 hal tersebut adalah..
    Pertama, orang dewasa lebih melihat ke dalam (lebih dahulu), ketika ‘anak kecil” lebih sering mengacu pada sesuatu di luar dirinya. Sebagai contoh, pertanyaan seperti ini : Telat masuk sekolah, siapa yang salah? Siapapun bisa menjawab dengan mudah: angkotnya penuh terus, ketika pilihan jawaban lain juga tersedia. Dengan mengambil tanggung jawab pribadi mereka bisa memilih buat bilang: Aku ngerti angkot akan penuh, makanya aku mesti berangkat agak pagi biar ga telat ke sekolah.
    Orang dewasa mengambil tanggung jawab pribadi, ketika anak kecil mencari-cari kambing hitam atas kesulitan yang menimpanya.
    Kedua, orang dewasa selalu memberi manfaat pada orang lain, ketika anak kecil selalu ingin mengambil manfaat dari orang lain.
    Ilustrasinya, ketika seseorang telah berkerja dengan baik, maka dipromosikan adalah sebuah konsekuensi. Ingat bahwa, tidak ada orang yang ‘berhak’ untuk dipromosikan, yang ada adalah orang yang ‘pantas’ untuk dipromosikan. Dan yang sering aku temui, orang lebih banyak menuntut haknya, bukan menunjukkan kinerja sehingga dia mempunyai hak sebagai sebuah konsekuensi yang dapat ia terima.
    Ketiga, orang dewasa memiliki pengendalian diri -sense of control- yang besar, sementara anak kecil lebih banyak dikendalikan orang lain).
    Pengendalian diri yang besar, ciri praktisnya dapat ditandai dengan adanya jarak antara stimulus dan respon. Ada proses mawas diri, melihat ke dalam dan kepada persoalannya, sebelum memberikan respon atas sesuatu.
    Keempat, orang dewasa siap kalah (mengalah), sementara anak kecil selalu ingin menang dan tidak siap kalah.
    Kelima, orang dewasa bisa membedakan masalah dengan orangnya, sementara anak kecil berlaku sebaliknya.

    buat YusChun,,, stay the same bro!!!🙂

  2. knpa aku selalu bingung,pa yang hrus ku lakukan dan mna yang hrus ku pilih………….???????

  3. siiiipp…………..*-‘

Mohon Komentarnya...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s