Semburat Tanya….


Akhir-akhir ini gak tau aku kok ngerasa jadi melo, hehe… bawaanya pengen nulis sesuatu yang romantis, wah padahal gak tau romantis itu apa n kayak apa. yang penting bisa mengungkapkan segala isi hati, hehehe…. kata orang2 tu tanda2 jatuh cinta, wah tambah gak ngerti juga aku, emang ada hubungannya ya?? lha wong ini cuman sekedar mewakili aja, tapi suer gak ada hubungannya sama apapun, apalagi sama jatuh cinta, gak tau cinta itu apa sih, hehe… yah mumpung lagi ada ilham aja, padahal gak punya sumber buat bahan pustaka, ya udah cari aja disumber rejeki ato sumber aer, hehe…gara2nya kemaren ada temen yang curhat2 gitu sama aku, terus jadi ketemu inspirasi deh buat nulis….

………………………………………………..

Kemarin kau menemaniku mendulang waktu luangku, dengan tiba-tiba kau muntahkan cahaya wajahmu, didepanku… aku tertatap tak berkata, aku bisu dan seakan semakin terbisu oleh kebisuanku.

Pertama kali diwaktu ini kita berhadap pasti, memadu cerita tentang keinginan jiwa yang meledak, yang melemparkan mesiu asa dan ego, sehingga sudah musnahlah segala gundah jiwa, ketika itu kau bercerita kau seperti anak kecil, tanpa malu kau ungkap semua depan lembar perhatianku… aku menggelengkan kepala tanda seru perhatianku, kau tersipu seakan malu, padahal kau menginginkannya bukan??? “aku kira kau lebih memilihnya dibanding aku”, katamu waktu itu, kau salah sangka bunga… aku tidak memilih siapa-siapa…

Ya… karna aku lebih memilih dengan kesibukanku, sesuatu yang aku rasa inilah kehidupanku, hidup yang penuh dengan beban dikedua pundakku, nyatanya kau cukup egois dengan sikapmu, tapi aku suka, kau begitu nyata menggambarkan seseorang yang luka namun selalu memberikan senyummu kepada sang matahari, bila esok masih terasa hari ini, maka inilah titian hidupmu, kau harus merubahnya, meskipun tyada orang yang bisa memberikan peta jalanmu, tapi inilah takdirmu kawan…

Untuk yang ke sekian kali jam dinding itu mengukur dan mengukir sejarah, demi masa yang selalu berganti, dan untuk yang kesekian kalinya juga aku menatapnya, seakan ingin ku membantu memberikan nyawa, keletihannya dapat kurasakan dari detaknya yang tak berirama, aku menoleh lagi kearahmu, sepersekian detik kita sama-sama terpandang, sejurus kemudian membuang muka, tidak ada getaran apapun yang kurasa, hanya perasaan tidak percaya yang timbul, terasa semua menjadi mistis dan magis, menyihir langkahku yang biasanya terasa ringan, saat ini dia tak mau aku suruh untuk berayun, hati masih ingin bersamanya, katanya waktu itu mengelitik sanubariku.

Kulihat ronamu yang semakin memerah, warna itu semakin terang kala kau menghadap ke pintu itu, ada apa sebenarnya denganmu, pikirku sesaat kemudian, aku yakin kau punya sesuatu untuk kau ungkapkan kepadaku, namun kau terlalu keras hati, kau tidak bisa lagi mengelak, kegelisahanmu sudah cukup mengertikan aku betapa kau menginginkannya bukan??….

Kau lemparkan senyummu, untuk kesekian kalinya aku menangkap ada gurat kata yang terlintas, namun masih berupa getaran-getaran, belum cukup menggambarkan kejelasan makna, aku tau meskipun aku terlalu dini untuk menggambarkan semuanya, namun tak ada hal lain yang bisa memberikan arti sehingga kau berani dihadapku sekarang…

Andai bias makna yang terkandung menyamakan serpihan-serpihan keinginan, biarkan semuanya berjalan mengikut arahnya, selagi masih kutahu betapa sulitnya membuat sebuah potongan arti, biarlah dirimu yang menjawab sendiri, kau tahu aku punya batasannya bukan…

…….

Central Park, 8-4-09 at: 15.45 AM

………………………………………………..

One Response

  1. waH soCk …………………….. bgt….??? gk tau CiNtA sgala…………..

Mohon Komentarnya...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s