Suatu Hari di Kampusku (1)


Pagi yang cerah, kemungkinan sangat kecil mendung malu untuk membentuk wajah pucatnya, mungkin… kulihat langit-langit angkot berwarna putih tulang dengan sobekan dibeberapa sudut yang membiaskan panas, tak kusangka musim kemarau sepagi ini matahari kian rajin bangun pagi, keringat terus menetes di sekujur tubuhku, membasahi seragam sekolah lamaku yang tertambal jahitan dibeberapa bagian, seketika kuseka peluh yang bau tak bersahabat ini dengan sapu tangan lusuh, entah kapan terakhir kali aku menggosoknya dengan sabun cap kalong(red)

di pingiran kali ketika bersama teman2ku tak pernah malu untuk berbagi kuman (nyontek iklan di tifi). Hmmm… langkah gontaiku terlantun memasuki halaman kampus baruku, sebuah papan dari kayu berukuran 1,5 kali 1 meteran berhiaskan lingkaran besi tua yang berkarat bercat biru kusam berderetkan beberapa huruf yang mulai tak nampak jelas kata-katanya, namun masih dapat memberi keterangan inilah nama kampus baruku, pikirku… gerbang utama sudah terbuka lebar, maklum aktifitas pendaftaran siswa baru memang sedari pagi sudah ada calon siswa yang bermunculan, ada dua pria didepan koridor sedang sibuk menata papan pengumuman dan sebuah meja, yang satu memakai pakaian dinas abu-abu yang tak asing lagi setiap hari kutemui seragam dinas semacam itu dikampus lamaku, pria yang satunya lagi memakai seragam atas putih bawah abu-abu dan semakin jelas aku kenal profesi itu ketika sebuah pentungan tertambat di pinggul sebelah kirinya, iyah pak satpam tentunya, pikirku lagi…

Gedung pertama yang nampak olehku berderet satu blok dari utara sampai selatan tak jelas ada berapa sekat ruangan, entahlah aku malas untuk melihat-lihat keadaan, sebuah deret bangun yang lusuh, tua, mungkin setua para penghuninya celetukku, hehe… aku duduk di pinggir taman gersang di sebelah deret blok gedung tadi tepat didepan papan tulisan bertuliskan “Parkir khusus guru dan karyawan”, tak nampak satupun tumbuhan yang segar bersenyum, apalagi bunga yang seharusnya menyegarkan taman ini, belum sampai disitu, sampah-sampah dedaunan dari beberapa pohon yang rontok karena tak kuasa menahan panasnya musim kemarau dan beberapa sampah plastik sisa jajanan menghiasi areal parkir dan halaman depan kampus, terdengar beberapa burung gereja mencicit mungkin protes dimana rasa indah dan cantik penghuni kampus ini, kelakarku terkekeh…

Kutengok kanan kiri, sudah penuh dengan calon siswa baru, sesibuk apa sih mereka ngobrol ngalor ngidul dengan lawan bicaranya, ah dasar gak berguna… lah aku sendirian saja, melamun kadang membayangkan apa yang akan terjadi jika ternyata aku lolos seleksi. Sebagai informasi meskipun kampus setua dan sekusam ini, bisa dibilang bahwa kampus ini merupakan sebuah kampus favorit dikota ini, yang aku tau dari potongan iklan yang aku curi di papan pengumuman kampusku yang lama, entahlah aku wong ndeso je soalnya. Kulihat arloji bermerk nusantara(red) ditangan kananku, sudah jam 08.00 sesuai jadwal pengumuman yang tertera di papan depan, namun belum ada satupun petugas pendaftaran yang memberi aba-aba pendaftaran akan dibuka, biasalah jam karet negeri ini makin laris seperti pisang goreng saja, pikirkku…

Diseberang areal parkir ini, terlihat tiga anak memakai seragam sama atas putih bawah biru, yang sama mbladusnya punyaku, sepintas ingin kumenyapa mereka, belum genap pikirku tentang itu keras terdengar bell dua kali berbunyi, dan orang-orangpun serentak berdiri sambil mencari sesuatu hal yang entah apa yang dicarinya, tak herannya aku pun seperti terssihir dengan keadaan tersebut, mungkin sudah dibuka, pikirku …..

(to be continued…)

One Response

  1. hmmmmm…….. bagus pak critanya. suka nulis juga pak????? wah…….. ada bakat terpendam. hehehehehe……..9x

Mohon Komentarnya...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s