Fatamorgana


Melalui sebuah catatan kecil yang terbenam semalam, disela tumpukan buku yang sudah lama tidak terjamah, ada sebuah memori yang menggelitik pikiranku, ada semacam magis yang mengejek, meski dalam sendiri aku tetap di buat malu. Berbagai peristiwa yang menggenangkan memori lama, ketika kembali dalam suasana yang kalut, aku mencoba menterjemahkan kembali coretan-coretan usang dalam sobekan lembar itu, jika hal itu terjadi pada saat ini, mungkin akan lain ceritanya, mungkin akan lebih dramatis, sehingga mungkin beberapa tahun ke depan jika masih teringat, akan lain ceritanya, mugkin sedikit bangga.

Aku masih ingat betul ketika waktu itu aku sedikit merengek dengan keinginanku, aku mulai kabur dalam persembunyianku, sudah cukup lelah dengan kesabaranku, mungkin ini yang dikehendaki oleh diriku sebenarnya, yang tentu sangat berbeda dengan apa yang akan terjadi sebenarnya, kita dalam perbedaan.

Sejenak aku menipu diri, seandainya pernah terpikirkan itu semua, semua hanya khayalan, cukup untuk membuat sejenak aku melayang, mengingkari kodrat Tuhan.

Melalui sebuah potongan catatan, aku berharap itu tak pernah terjadi lagi, sudah lelah rasanya aku merasakan kepenatan. semua yang diharapkan tentunya sudah kupasrahakan, dengan meluruskan niat, menyempurnakan ikhtiar, insyaAllah apapun hasilnya aku ikhlas.

Mohon Komentarnya...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s